Sabtu, 01 Desember 2018

Tips Merawat Jas Hujan Setelah Dipakai

Bagi sebagian orang, mengendarai sepeda motor lebih mengasyikkan ketimbang mengemudikan mobil. Dapat merasakan langsung terpaan angin serta mudah menembus kemacetan, merupakan sebagian dari keuntungan mengendarai motor. Meski demikian, bukan berarti mengendarai 'kuda besi' leluasa dari persoalan. Saat hujan turun, pengendara wajib rela basah-basahan demi dapat tiba di tempat tujuan.


Untungnya, ada jas hujan yang tak sedikit dipasarkan di toko aksesori. Tipe serta bentuknya bermacam-macam, mulai dari ponco sampai setelan. Model yang disarankan merupakan setelan, sebab model ponco berisiko memunculkan kecelakaan.

Usai tiba di tempat tujuan, biasanya pengendara langsung melipat jas hujan serta memasukkannya ke dalam bagasi. Seusai itu, alat penangkal air tersebut dilupakan begitu saja, serta baru dilirik kembali saat air turun deras dari langit.

Ada tiga kebiasaan kurang baik yang diperbuat pengendara motor kepada jas hujan, serta sebaiknya dihindari apabila ingin tetap tahan lama serta keren nilainya. Yang pertama merupakan hanya menjemurnya. Kotoran yang menempel pada lapisan luar dapat membikin bahan sehingga kaku. Apabila dibiarkan, maka jas hujan dapat bedah saat dipakai.

Jas hujan yang tetap basah jangan langsung dilipat serta disimpan di bagasi. Aroma air kotor bakal membikin jas menjadi apek. Meski disarankan untuk dicuci, tetapi jangan sempat mengucek jas hujan. Bahan anti air yang ada di lapisan jas bakal hilang serta tak dapat lagi melindungi pengendara dari air.
Share: